Skip to main content

Posts

Bikin SIM Tanpa Nembak dan Proses Gampang

Cara Bikin SIM Tanpa Nembak dan Proses Gampang Kalo lo udah baca artikel gue sebelumnya, lo harusnya udah tau tentang persyaratan bikin SIM.  1.        Bangun keyakinan dalam diri lo kalo lo bisa melewati ujian dengan baik . Dengan berdoa misalnya. Minta sama Yang Maha Kuasa supaya lo dijadikan orang yang beruntung dan diberikan yang terbaik menurut-Nya. Karena ini beneran berhasil dalam cerita gue, gue saranin lo berdoa dengan sungguh-sungguh. 2.        Berangkat awal alias ‘gasik’ itu nggak ada salahnya . Dengan lebih dulu lo ada di tempat, itu otomatis bakal bikin lo tau keadaan dan ‘slentingan-slentingan’ kanan kiri tentang bikin SIM. Lo juga bisa cari teman dan ngobrol selagi nunggu petugas kepolisian buka loketnya. 3.        Pastikan berkas lo udah lengkap semua . Cek sesekali sebelum meninggalkan rumah semua berkas yang diperlukan nanti. Usahakan bawa c...

Bikin SIM Tanpa Nembak, Ini Syaratnya

Beberapa waktu lalu, tepatnya dua bulan lalu gue tiba di Kota Samarinda. Hal yang nggak pernah gue impikan. Dulu gue selalu ogah-ogahan pas ditawarin di sana. Tapi toh nyatanya nggak ada yang tau rencana Tuhan ke mana, dan bagaimana Dia memperjalankan kita. Gue asli orang Jawa. Lidah gue asli Jawa medhok. Tapi Cuma di sini aja gue gaya-gayaan pake bahasa ‘lo gue’-nya orang Betawi. Hmm, gue nggak salah juga sih. Secara bapak gue itu orang Betawi asli. Alah nggak penting juga siap gue. Kenapa mesti dibahas panjang-panjang coba?  Lanjut. Gue di Samarinda awalnya ngerasa minder. Nggak tau jalan. Nggak tau gimana budayanya orang sini. Tapi gue dengan modal pede dan nekat bawa motor (padahal belum punya SIM) nyari kerjaan. Keliling ke sana kemari sama kakak gue yang emang tinggal di sini. Tanggal 6 gue sampe di Samarinda, tanggal 8 gue mulai nyebar lamaran. Gue gercep kan? :v Dan entah Tuhan langsung menjawab doa gue atau gimana, tanggal 12 gue dapet sms dari sebuah anak cabang ...

Persyaratan Bikin SIM C Baru di Polresta Samarinda

PERSYARATAN BIKIN SIM C BARU DI POLRESTA SAMARINDA: 1. Fotokopi KTP   Ket : Gue saranin bawa dua lembar. Buat jaga-jaga aja sih. 2. Surat Keterangan Sehat dari dokter atau Puskesmas Ket : Bikin di puskesmas emang ngantri, tapi kalo lo emang pengen irit duit ya ke situ aja. Nunggu sebentar lah, karena lo tau sendiri kalo di puskesmas tuh kebanyakan ngantri dan nungguin dokternya. Kalo biaya pastinya gue nggak tau, tapi dari yang gue denger sih di puskesmas jauh lebih murah dari pada lo ke dokter atau pusat kesehatan swasta. 3. Uang Rp 100.000,- untuk biaya pembuatan SIM ny a. Ket : Iya, yang gue share di sini ya yang pake cara reguler alias nggak nembak. Lo jangan pesimis dulu sebelum nyoba. Kesulitan rintangan dalam uji SIM di tiap kota itu emang beda-beda sih. Tapi ingatlah, IF YOU NEVER TRY, YOU'LLL NEVER KNOW. 4. Pas Foto 3x4 (tiga lembar)  Ket : Background foto bebas aja kok. Coz yang dipake di SIM kan ntar polisinya yang nentuin. Lo bakal foto lagi di sana....

Cerita Pendek: Di Bawah Hujan

Siang di bawah sinar mentari yang meremang dihalangi pepohonan yang rimbun, seakan berarti bagiku: saat semua penatku di kantor bisa kusandarkan pada bahu seorang pria jangkung di sampingku. Ia membelai rambutku sambil berkata, “Kurasa musim hujan akan tiba di pertengahan bulan ini.” “Hmm..padahal aku berharap akan selalu seperti ini selamanya.” Ia mencubit hidungku sampai memerah. Aku bersungut-sungut padanya, menahan sakit di ujung hidungku. “Itu kan harapanmu, Orin… Apapun di dunia ini akan selalu berubah,” katanya lembut. “Apa termasuk cinta kita?” tanyaku lugu. “Dasar bocah! Ya tentu saja!” jawabnya ringan sambil tersenyum masam. Aku diam tanpa bahasa. Tiba-tiba benci memandangnya. Aku mencoba bangkit dari bangku yang kami duduki. Mulai berdiri tanpa sedikit pun menoleh ke arahnya. “Mau ke mana, Orin?” Aku tak menjawab, pura-pura asyik melihat-lihat pemandangan sekitar kami: teduh dan menenangkan. “Aku tahu kau marah, lagi pula itu kan hanya bercanda…” Ia ...

Cerita Pendek: Remember Me

            Jam berdenting. Kayt memaksa tubuhnya bangkit. Ia tahu ada sesuatu yang harus dilakukan malam itu. Ia merampas gagang telepon rumah saat jam menunjuk pukul 12.05. Ia berperilaku tidak biasa, pikir sang ibu yang diam-diam mengamati putrinya di ruang tamu. Kayt mulai memencet tombol. Ibunya yang curiga dibarengi rasa penasaran perlahan menuruni tangga. Ada yang harus didengar, pikirnya.             Kayt mendekatkan gagang telepon ke telinganya. Ia mendengar seseorang berkata, “Halo?” Kayt menjawab terbata. Ia menyamarkan suaranya. Sang ibu tahu putrinya sedang bersandiwara.             “Ha..hh..halo? Selamat ulang tahun…” jawab Kayt gemetaran. Jantungnya menendang-nendang di dada. Ia meyakinkan bahwa orang itu adalah yang ia maksudkan. Sesekali ia melihat layar telepon dan mengecek nomor yang sudah ter...

Baca postingan populer lainnya