Skip to main content

Posts

Showing posts with the label cerpen

Cerita Pendek: Di Bawah Hujan

Siang di bawah sinar mentari yang meremang dihalangi pepohonan yang rimbun, seakan berarti bagiku: saat semua penatku di kantor bisa kusandarkan pada bahu seorang pria jangkung di sampingku. Ia membelai rambutku sambil berkata, “Kurasa musim hujan akan tiba di pertengahan bulan ini.” “Hmm..padahal aku berharap akan selalu seperti ini selamanya.” Ia mencubit hidungku sampai memerah. Aku bersungut-sungut padanya, menahan sakit di ujung hidungku. “Itu kan harapanmu, Orin… Apapun di dunia ini akan selalu berubah,” katanya lembut. “Apa termasuk cinta kita?” tanyaku lugu. “Dasar bocah! Ya tentu saja!” jawabnya ringan sambil tersenyum masam. Aku diam tanpa bahasa. Tiba-tiba benci memandangnya. Aku mencoba bangkit dari bangku yang kami duduki. Mulai berdiri tanpa sedikit pun menoleh ke arahnya. “Mau ke mana, Orin?” Aku tak menjawab, pura-pura asyik melihat-lihat pemandangan sekitar kami: teduh dan menenangkan. “Aku tahu kau marah, lagi pula itu kan hanya bercanda…” Ia ...

Cerita Pendek: Remember Me

            Jam berdenting. Kayt memaksa tubuhnya bangkit. Ia tahu ada sesuatu yang harus dilakukan malam itu. Ia merampas gagang telepon rumah saat jam menunjuk pukul 12.05. Ia berperilaku tidak biasa, pikir sang ibu yang diam-diam mengamati putrinya di ruang tamu. Kayt mulai memencet tombol. Ibunya yang curiga dibarengi rasa penasaran perlahan menuruni tangga. Ada yang harus didengar, pikirnya.             Kayt mendekatkan gagang telepon ke telinganya. Ia mendengar seseorang berkata, “Halo?” Kayt menjawab terbata. Ia menyamarkan suaranya. Sang ibu tahu putrinya sedang bersandiwara.             “Ha..hh..halo? Selamat ulang tahun…” jawab Kayt gemetaran. Jantungnya menendang-nendang di dada. Ia meyakinkan bahwa orang itu adalah yang ia maksudkan. Sesekali ia melihat layar telepon dan mengecek nomor yang sudah ter...

Baca postingan populer lainnya

Cerita Pendek: Di Bawah Hujan

Menjelajah Bukit Pandang Munggang, Wisata Baru di Banyumas yang Sayang Dilewatkan