Skip to main content

Kenali Tipe-Tipe Montir, Biar Nggak Nyesel Setelah Servis!




Pernah nggak sih, guys kalian servis kendaraan dan setelah itu pas kalian coba lagi ternyata motor kalian masih nggak enak aja. Malah kadang tambah nggak enak pas dipake. Nah kali ini gue pengen ngebahas soal tipe-tipe montir supaya kita tau dan nggak nyesel lagi setelah servis.

Kenapa gue nulis ini? Yaps, ini karena pengalaman gue. Gue pernah bahkan sering servis motor dan keluar biaya banyak tapi motor gue tetep nggak enak aja pas dipake. Bahkan kadang tambah ancur. Kenapa? Itu karena gue nggak teliti. Yuk langsung simak ulasan gue!
Ada dua poin utama yang mesti kita soroti nih, guys!

1.       Kualitas montir
Ada dua tipe montir: yang profesional dan yang masih amatir.
·         Montir Profesional (berpengalaman)
Montir yang udah punya jam terbang lumayan lama. Bisa juga karena si montir yang satu ini pernah mengenyam pendidikan atau kursus seputar otomotif sebelumnya. Atau bisa juga karena dia punya hobi dan dia menyelami dunia otomotif dengan sungguh-sungguh.
Montir yang kaya gini keliatan jelas kok. Dia ketika kerja terarah dan sesuai prosedur pembongkaran dan pemasangan. Tipe montir ini biasanya udah tau seluk beluk penyakit kendaraan yang sering dialami. Dia bakal ngecek dulu semua kelengkapan sebelum mulai membongkar. Dia juga nggak bakal memaksakan pemilik kendaraan pasang suku cadang merk lain kalau memang suku cadang kendaraan yang sesuai masih kosong / nggak ada. Dia bakal ngasih kalian saran yang terbaik supaya kendaraan kalian nggak rusak kaya gitu lagi.
Nah, karena montir profesional pasti mengutamakan kualitas, jadi nggak heran kalau biaya servis kalian tiba-tiba jadi lumayan mahal. Ya, sebanding lah sama kinerjanya.
·         Montir Amatir
Montir yang satu ini mungkin bisa dibilang merupakan tahapan sebelum menjadi montir yang profesional. Kinerjanya belum konsisten. Kadang hasilnya bagus dan kalian puas banget. Kadang hasilnya juga bisa bikin kalian kecewa. Sebenernya nggak nyalahin mereka yang masih amatir ini sih. Karena it’s about process. Ya, semua montir profesional juga awalnya cuma montir amatiran. Tapi sekarang gue tanya yah, kalau kalian udah tau gimana ciri-ciri montir profesional dan kalian udah tau yang mana orangnya, kenapa kalian masih milih yang amatir? Beberapa dari kalian mungkin bakal jawab karena itu saudara atau teman dekat atau tetangga. Ok lah, gue maklumi. Tapi kalau kalian pengen motor kalian punya kualitas prima, nggak ada salahnya kan ke montir profesional? Syukur-syukur malah kalau montir profesionalnya adalah orang dekat kalian sendiri. Nggak perlu ribet-ribet survei.
2.       Cara kerja montir
Ini yang paling penting nih, guys! Karena ini berarti kalian harus jeli dan waspada kalau kalian nggak pengen motor kalian jadi tambah ancur setelah servis.
·         Montir yang cara kerjanya jujur dan terbuka.
Kalau montir yang satu ini sih nggak perlu diragukan lagi ya, guys kinerjanya. Kita bisa liat dengan jelas apa yang dia bongkar, alasannya bongkar, dan dia selalu ijin atau paling nggak ngasih tau kita tentang kerusakan di kendaraan kita. Dia juga selalu ngasih saran buat kendaraan kita kedepannya. Dia nggak asal bongkar-pasang suku cadang gitu aja. Dia selalu tanya dan memastikan itu dibolehkan sama pemilik kendaraan. Karena kadang pemilik kendaraan juga servis sesuai budget. Dia juga nggak akan pelit soal pengetahuan dan informasi lengkap mengenai suku cadang yang digunakan di kendaraan kita.
·         Montir yang asal copot-ganti suku cadang kendaraan.
Ini adalah tipe montir yang paling bikin keki. Kadang setelah dipake beberapa hari motor kita malah ancur abis-abisan, karena dari yang pernah gue denger sih ada sebagian montir yang malah menyopot suku cadang kita yang asli dan menukarnya dengan yang palsu alias KW-nya. Jangan sampai ini terjadi, guys. Karena kalian bakal rugi bandar kalau ini kejadian. Bisa-bisa kalian bayar mahal cuma buat bikin kendaraan kalian makin ancur. This is nightmare for us! Saran gue, jangan pernah ninggalin motor kalian begitu aja di bengkel, apalagi kalian nggak begitu kenal sama si montir. Sekedar waspada aja. Kejahatan ada kan juga karena ada kesempatan. Selalu tanya setiap si montir ambil suku cadang dari bengkelnya seberapa parah rusaknya dan kenapa harus diganti. Juga pastikan suku cadang yang dipasang itu sesuai sama merk motor kalian. Jangan maksain suku cadang merk lain buat kendaraan kalian. Gimana pun itu berarti kita pakai yang nggak sesuai sama semestinya. Bisa jadi akibatnya kendaraan kita kualitasnya jadi nggak prima.
·         Montir yang nggak jujur dan melebih-lebihkan.
Dari pengalaman gue nih, tipe montir yang kaya gini yang paling banyak tersebar di pelosok negeri. Di mana pun selalu ada montir macam ini. Kebanyakan dari mereka cuma memanfaatkan kita supaya mau ganti suku cadang, padahal mungkin itu masih bagus. Penting banget buat kalian yang punya orang dekat dan paham soal otomotif. Mintalah sedikit sarannya supaya pas kalian ke bengkel paling nggak kalian udah tau apa aja yang rusaknya berat dan memang perlu diganti. Jangan mau 100% ketika si montir bilang, “Nanti, saya coba dulu bisa atau nggak. Kalau nggak bisa ya baru pake yang itu.” Seringnya kita harus bayar dua kali buat ini—buat percobaan si montir. Kita yang nggak tau apa-apa diam aja dan tau-tau biaya servis membengkak. Jangan sampe deh kejadian kaya gini menimpa kalian, apalagi kalau lagi bokek kan? Hmm, rasanya ngenes banget.
·         Montir yang berani kasih biaya murah, tapi hasilnya…
Jangan mudah tergiur dengan montir yang biaya servisnya miring ya, guys. Bukannya kita berburuk sangka, tapi kita juga mesti berhati-hati dan teliti dalam mencari montir yang berkualitas. Nggak mau kan servis murah tapi harus bolak-balik ke bengkel lagi? Terkecuali kalau itu potongan harga karena kalian adalah orang dekatnya si montir. Itu sih nggak masalah ya. Yang terpenting adalah utamakan kualitas. Harga mau nggak mau memang selalu mengikuti.
·         Montir yang setengah-setengah servisnya.
Maksudnya, ketika montir yang satu ini bekerja, dia cuma nunggu perintah dari si pemilik kendaraan atas keluhan-keluhan kendaraannya. Seringnya dia cuma mengakali kendaraan dengan sesuatu yang cuma bertahan beberapa lama, bukannya diperbaiki supaya nggak terulang, yang ada montir yang satu ini malah tujuannya supaya kita jadi sering ke tempatnya. Dia juga nggak melaporkan pada si pemilik apa aja yang kurang beres dari kendaraannya padahal dia tahu itu harus diperbaiki dan mungkin akan jadi rusak berat kalau nggak diperbaiki sekalian.

Nah, itu dia pembahasan gue kali ini. Kalau kalian mau menambahkan atau menyampaikan tanggapan, tulis di komentar ya. Sekali lagi ini bukan mneghakimi apalagi membuat kita berburuk sangka sama montir. Sekedar waspada aja supaya kejadian kaya gue ini nggak menimpa kalian juga. Thanks for reading.

Kalau menurut kalian artikel gue ini bermanfaat, kalian bisa share ke medsos. Copy boleh, asal jangan lupa sertakan link-nya yaaa… -fas-

Comments

Post a Comment

Komentarlah dengan sopan. Tidak mengandung SARA. Komentar yang berisi link aktif akan dihapus dan dianggap sebagai spam

Baca postingan populer lainnya

6 Hal Sederhana yang Akibatnya Fatal Kalau Sampai Kita Lupa